Debit Air PLTM Krisis, Akibatnya Listrik Padam Magrib dan Setalah Subuh.
Indoku.id | Bengkulu, Kaur - Jelang magrib dan setelah subuh listrik yang ada di kabupaten Kaur sudah dipastikan padam. Akibatnya memancing emosi pengguna jasa PLN Rayon Bintuhan. Dan berimbas dengan cacian yang tidak layak didengar.

"Untuk sementara nikmati yang sudah ada disediakan pemimpin negeri. Jika memang keberatan dengan seperti ini, bapak/ibuk boleh mengajukan untuk tidak menjadi pelanggan PLN," di kutip dari akun medsos PT. PLN Persero Rayon Bintuhan dalam kolom komentarnya sekira pukul 22.00 wib (16/6/21).
Hal tersebut bertolak belakang dengan pimpinan PT PLN Bintuhan Novian Alpindo kepada awak media saat obrolan santai di kantor PLN Kamis, (17/6/2021) menjelaskan bahwa tidak ada media sosial sejak 2019 baik itu Facebook, twitter, instagram dan medsos lainnya.

"Oknum akun medsos, sudah kami klarifikasi bahwa akun tersebut bukanlah akun resmi dari PLN Bintuhan, Melainkan akun pribadi petugas sebagai teknik di PLN Bintuhan, menggunakan akun pribadinya tapi mengatasnamakan instansi dan sudah damai dari kedua belah pihak antar saudara S dengan saudara B," Jelasnya.
Untuk penyebab sering padamnya magrib dan setelah subuh pagi hari itu karena kondisi debit air PLTM Padang Guci sekarang lagi kritis dari kapasitas 6 MG hanya beroperasi 2 MG ini perlu perlakuan khusus kami PLN dan PLTM bisa mengatasi kendala tersebut, tambahnya.
"Selain PLTM tidak stabil, bagian yang pertama gangguan jaringan dan tanam tumbuh akibat cuaca ekstrim, yang menjadi salah satu kendala kami ada pemilik tanam tumbuh yang tidak mau di tebang," ujarnya.
Kalau untuk GI bintuhan hasil pertemuan terakhir dengan bapak Bupati, Wabub dan perwakilan perkin informasinya GI bangunan fisiknya sudah berlangsung hampir 50%.
"Informasinya dari dinas perkin akan mengupayakan percepatan dengan diterbitkannya surat insha allah tahun depan dengan dukungan masyarakat, rekan-rekan pers sudah kita pastikan selesai," jadi Bukan kapasitas saya yg memastikan tahun depan selesai GI Bintuhan, agar tidak menjadi polemik di kemudian hari. Insya Allah, mudah-mudahan selesai, jika didukung oleh masyarakat, Pemda, Rekan Pers dan Stakeholder lainnya. Jelas Novian Alpindo.
(zoni).