Skip to main content

Harga TBS anjlok Belum jelas ,RAM tutup Petani Sawit Kaur Minta Pemkab Panggil Pabrik Cari Solusi

Indoku.idKAUR – Harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di Kabupaten Kaur anjlok tajam dalam sepekan terakhir. Dari Rp2.900 per kilogram pekan lalu, kini turun menjadi Rp1.800 itu gak jelas ada 1000 dan 800 rupiah perkilo per kilogram , membuat ribuan petani sawit merugi dan mengeluh berat.

 

Penurunan harga yang drastis menyebabkan buah sawit milik petani menumpuk di pabrik dan RAM. Sejumlah RAM sawit di Kecamatan Tetap bahkan memilih untuk tutup sementara karena harga yang diterima sangat rendah dan tidak sebanding dengan biaya panen serta angkut.

 

“Kami sudah disarankan untuk tidak panen dulu karena pabrik belum buka dan belum ada kepastian kapan dimulai. Kalau dipaksakan, rugi besar,” kata salah satu petani sawit di Kecamatan Tetap, jumaat 22/5/2026.

 

Kondisi ini membuat aktivitas ekonomi petani sawit lumpuh. Banyak petani mengaku terpaksa menunda panen meski buah sudah matang di pohon, khawatir harga semakin jatuh dan biaya operasional tidak tertutupi.

 

Petani berharap Pemerintah Kabupaten Kaur segera turun tangan dengan berkoordinasi dan memanggil pihak pabrik untuk mencari solusi. Mereka meminta adanya kejelasan batas waktu operasional pabrik serta mekanisme harga yang lebih adil agar petani tidak terus merugi.

 

“Pemkab harus hadir. Tolong panggil pihak pabrik , cari jalan keluar supaya kami tidak rugi besar. Ini menyangkut hidup ribuan keluarga petani sawit di Kaur,” ujar seorang warga. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Perkebunan dan Dinas pertanian Kabupaten Kaur terkait langkah penanganan.(Editor:

Tasman)