Layakkah Keringat Wartawan Dibayar Dengan Hujatan ?
Indoku.id | kaur, - menteri koordinator bidang politik, hukum, dan keamanan ( menko polhukam ) Mahfud MD menegaskan, jurnalis bukan musuh tetapi teman bagi pemerintah untuk mempercepat pengungkapan kasus.
Oleh sebab itu pekerjaan jurnalis/wartawan jangan diganggu. Siapa yang mengganggu jurnalis berarti dia punya kesalahan yang ingin ditutupi atau ingin menutupi kesalahan orang lain. Kalau ingin mencari kebenaran biarkanlah jurnalis bekerja, kata Mahfud MD, dalam akun instagram resminya, @mohmahfudmd, jumat (2/4/2021
Keberadaan wartawanย sepatutnya dijadikan mitra oleh pemerintah,ย
Bukan di takuti ataupun jadi lawan.ย
Negara tanpa media akan menjadi negara yang tirani dan tak tersentuh. Tanpa alat kontrol negara akan cendrung berbuat zalim dan lalim. Itu sebab nya bagi mafia dipemerintahan wartawan sebagai penyakit yang akan membrendel dan menghalangi pergerakan busuk mereka.
Napoleon bonaparte seorang panglima prancis pernah berkata.
" Saya lebih takut menghadapi satu pena wartawan daripada seribu bayonet musuh"
Peluru-peluru wartawan adalah huruf-huruf yang membentuk kalimat. Satu kalimat yang di tembakan wartawan akan mengenai ribuan bahkan jutaan orang.
ย
Jika peluru wartawan di tembakan akan mengenai sasaran otak, dari otak akan mengubah kognisi. Dari kognisi mengubah efeksi dan psikomotorik. Lambat laun, wartawanpunย bisa mengerakkan banyak orang se-kampung, se-kota, se-provinsi, se-bangsa, dan bahkan se-dunia.
Dalam undang-undang pun sudah menjamin. Di sebutkan dalam UU pers pasal 18 ayat (1), yang tertulis: "setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghabat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan penjara paling lama 2 tahun dan denda paling banyak Rp. 500 juta.
Ki Hadjar Dewantara pernah menulis menggugat pemerintah kolonial lewat tulisan legendaris di koran De Express berjudul " seandainya saya seorang belanda"

ย
Tanpa wartawan kemerdekaan cuma bualan belaka. Wartawan punya peran besar dalam proses kemerdekaan indonesia. Tanpa mereka, proklamasi hanya angin lalu.ย
Seperti yang di tegas kan olehย
menteri koordinator bidang politik, hukum, dan keamanan ( menko polhukam ) Mahfud MD di atas jurnalis bukan musuh tetapi teman bagi pemerintah untuk mempercepat pengungkapan kasus.ย
Baik ituย itu kasus dari desa, bidang kesehatan, ataupun dari pendidikan,ย
Wartawan terus belajar untuk menuntaskan satu masalah temuan, sampai dia memahami mana yang tidak sesuai aturan dan mana yang sudah mengikuti aturan sehingga dia bisa melaporkan ke pihak yang berwenang.
Pemerintah jangan pernah beranggapan wartawan adalah musuh yang harus di takuti atau berkata yang tidak sepantasnya.
ย
(Zni)