Skip to main content

Jangan Sampai Masyarakat Kaur Marah, Listrik Sering Mati

Indoku.id | Bengkulu, Kaur - Akhir-akhir ini, warga yang berdomisili di Kabupaten Kaur terus mengeluhkan layanan listrik yang sering padam. Seperti yang diungkapkan Ketua DPC LSM LIPPAN Jaya Kabupaten Kaur Asep Rinto, yang geram lantaran harus menerima kenyataan listrik di tempat tinggalnya sering padam. (11/5/21)

Kades

Melalui via telpon Ketua DPC LSM LIPPAN Jaya Kabupaten Kaur Asep Rinto, mengatakan;

"Memangnya dipikir lampu di rumah saya ini lampu disko, sebentar mati sebentar nyala lagi. Tapi lebih sering mati lampu terus," keluh Asep.

Perusahaan Listrik Negara (PLN) wilayah Cabang Kabupaten Kaur diminta tidak terlalu sering melakukan pemadaman listrik. Sebab dampaknya sangat dirasakan konsumen dan masyarakat. Mereka merasa dirugikan lantaran kerap mati lampu. Pemadaman listrik tersebut harus secepatnya diakhiri dan dihentikan, jangan sampai masyarakat berubah jadi marah," sampainya. (11/5/21)

Masih dalam penuturannya, masyarakat tidak percaya lagi dengan alasan-alasan yang disampaikan manajemen PLN yang menyebutkan bahwa gangguan alam, karena selama bulan Ramadhan ini hampir setiap buka puasa, mati lampu, tuturnya.

"Perusahaan listrik milik negara tersebut harus benar-benar dapat menepati janjinya, sehingga tidak ada lagi terjadi pemadaman yang selama ini selalu membingungkan konsumen dan masyarakat di Kabupaten Kaur," ucap Asep.

Asep menjelaskan, pemadaman listrik tidak hanya merugikan dari sisi terbatasnya aktivitas masyarakat, tapi juga menimbulkan kerugian material seperti kerusakan alat elektonik dan perlengkapan rumah tangga yang menggunakan arus listrik.

Sebelumnya, PT PLN cabang Bintuhan kekurangan daya, maka memerlukan tambahan dari Palembang namun tetap saja sering mati. Banyak masyarakat Kabupaten Kaur yang mempertanyakan terkait seringnya padam listrik ini, kami DPC LSM LIPPAN JAYA Kabupaten Kaur selaku kontrol sosial akan melakukan kunjungan ke Kantor Cabang PLN Bintuhan untuk mempertanyakan penyebab seringnya pemadaman listrik ini. Selain itu, perlu Masyarakat untukย  tahu, seberapa besar daya yang dipakai oleh masyarakat, badan, dinas, kantor, UKM, perusahaan baik besar maupun kecil seperti CPO, tambak udang termasuk perusahaan BUMN dan BUMD. Jangan sampai masyarakat berpolimik lain, terlebih-lebih saat ini, banyaknya perusahaan luar yang semua itu menggunakan daya listrik. Tutup Asep.

(Adi)