Skip to main content

Upacara Peringatan Hari Guru Nasional Dan HUT PGRI Ke-80 Tahun 2025, Di Kecamatan Luas Berlangsung Khidmat.

KAUR BENGKULU, II INDOKU.ID ~Upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-80 tahun 2025, berlangsung khidmat walaupun panasnya trik matahari,ย  di Lapangan Desa Cahaya Negeri Kecamatan Luas Kabupaten Kaur, Jum'at,(28/11/2025).

Upacara Peringatan Hari Guru Nasional kecamatan Luas

Ketua PGRIย  kecamatan Luas Muhammad Harlis, S.Pd, bertindak sebagai inspektur upacara yang diikuti oleh guru se-Kecamatan Luas, perwakilan dari dinas pendidikan kabupaten kaur, perwakilan dari camat Luas, kades se-Kecamatan Luas, serta perwakilan siswa-siswi dari jenjang SD hingga SMP.

Rangkaian upacara diawali dengan pengibaran Bendera Merah Putih, pemimpin upacara yang dipimpin langsung oleh pak Guru Megie Ade Chandra, S.Pd, pembacaan UUD 1945, serta pembacaan ikrar guru sebagai bentuk komitmen menjaga martabat dan kualitas pendidikan.

Dalam pidatonya, ibuk Miri Yuniarti,S.Pd.,M.Pd. Dari dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten kaur membacakan sambutan resmi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Amanat tersebut menyoroti bahwa tema HGN 2025, โ€œGuru Hebat Indonesia Kuatโ€, adalah pengingat bahwa guru adalah pembentuk karakter dan fondasi bangsa.

"Guru hebat bukan hanya yang mengajar dengan hati, tetapi juga yang menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila, mampu beradaptasi dengan teknologi, terus berinovasi, serta menciptakan ruang belajar yang inspiratif dan bebas diskriminasi,โ€ ungkapnya ibuk Miri Yuniarti,S.Pd.,M.Pd.

Poin penting yang ditekankan dalam amanat adalah kebijakan strategis pemerintah daerah terkait sentralisasi tata kelola guru dan tenaga kependidikan. Kebijakan ini difinalisasi untuk menyelesaikan persoalan kronis seperti disparitas kesejahteraan, keterlambatan tunjangan, dan status guru honorer.

โ€œDengan itu pihak pemerintah menekankan kepada seluruh para guru di kabupaten kaur, di tuntut tangung jawabnya agar tidak ada kata malas mengajar dan mendidik siswanya,โ€ lanjut ibuk Meri menegaskan amanat tersebut.

Upacara diakhiri dengan ajakan untuk menjadikan hari peringatan ini sebagai momentum memperkuat komitmen mendidik dengan ketulusan dan pengabdian.

Usai upacara, rangkaian peringatan dilanjutkan dengan pembagian piala, kepada anak murid yang telah memenangkan perlombaan pada hari sebelumnya, serta di iringi dengan organ tungal musik.

(ADI)