Skip to main content

Usaha Jasa Mainan Bayar Sewa, Di Buat Seperti Kucing Beranak

KAUR BENGKULU, || INDOKU.ID ~ Pemilik usaha yang menjual jasa mainan untuk anak - anak mau tidak mau harus siap membayar sewa atau bea sebesar Rp20.000/setiap malam, bukak ataupun tidak kami tetap bayar ujar Retno bersama istrinya Minah

Kami (suami/istri) didatangi oleh masyarakat yang mengaku pengelola pasar malam dan oknum polisi, mereka berdua datang sudah larut malam dan malam itupun hujan, kedatangan mereka bedua adalah untuk menyuruh memindahkan tempat kami berusaha jasa mainan anak-anak,dan malam itulah kami suami istri turun ke lapangan merdeka untuk memindahkan lapak kami,cetus Retno dan Minah.

Sejak lapangan merdeka kota Bintuhan di sewakan, barangkali sudah delapan orang yang tidak lagi berusaha dilapangan, selain tidak mampu bayar bea atau sewa tidak ada lapak lain untuk pindah tempat lain.

Pedagang yang berjualan di pinggir lapangan, sekarang dimintai bayar sewa mulai dari Rp.10.000/malam sampai Rp.20.000/malam dan sewa tersebut tidak termasuk jasa parkir motor ataupun kendaraan R4.

Kami mengeluh semoga keluhan kami terdengar dan sampai di telinga dan terlihat dimata Bupati Kaur Gusril Pausi, S.Sos, MAP. dan Wakil Bupati Kaur Abdul Hamid, S.pd.i, kami berusaha untuk makan pagi dan sore dan biaya anak sekolah juga bukan untuk mengejar kekayaan

Ironisnya, taman yang ada dilapangan merdeka bintuhan,yang dibuat Bupati Kaur Hermen Malik sekarang dirusakan untuk oknum tertentu untuk menempatkan kontainer tempat usaha mereka, kami bukan rekayasa atau hoaks, lihat saja paktanya di lokasi cetus Minah.

Ketua Apdesi Kaur Selatan Asep Rianto, sangat menyesalkan tarip sewa pedagang Pasar malam saat ini sampai 3 jt perpetak, barangkali diluar kewajaran, banyak masyarakat untuk berjualan dikarnakan tarip sewa tinggi niat usaha berjualan pun di batalkan, kata Asep Rianto, "kalau sepetak 3 jt x 100 kotak maka hasil yang terkumpul dari sewa tersebut berkisaran 300 jt diluar pendapatan dari jasa parkir,motor atau mobil,"

Kami dari Apdesi Kaur Selatan mengutuk keras akan hal ini. Dan sangat aneh kalau lapangan merdeka warisan leluhur dari dulu sampai sekarang. Saat ini dikelola oknum tertentu dan di luar desa Pasar Baru. 

(ADI)